Epilogue

Selamat datang di dunia huru-hara!

Kisah manusia-manusia tanah yang berhamburan dan berserakan di dunia fana

Mencari apa saja yang mereka cari dan berbuat apa saja yang mereka mau

Entah apa mereka tahu hidup ini sebenarnya apa, untuk apa, dan mau ke mana

_Living Life-Forever Life_





Rabu, 08 Agustus 2012

Isab, Si Perisai Masa Lalu

Masa lalu memang tidaklah mudah untuk dilupakan.
Bahkan mungkin tidak bisa untuk dilupakan.
Terlebih masa lalu yang begitu indah pun yang begitu pahit menyakitkan.
Namun bukan berarti masa lalu akan menjadi bayangan abadi yang selalu menghantui kita disetiap waktu.
Maka jurus terampuh dalam menyikapi masa lalu adalah dengan ilmu isab.
Ikhlas, sabar, dan bersyukur.
Sungguh, mengikhlaskan sesuatu itu tidaklah semudah mengedipkan mata.
Cobalah kita renungkan bersama bahwa masa lalu tidak akan pernah mendekat pada kita.
Bahkan seiring waktu yang bergulir, masa lalu akan semakin menjauh dan bahkan tak tampak lagi oleh kita.
Lantas, untuk apa kita masih menyibukkan diri meratap pada masa lalu?
Apakah kita masih berharap bahwa masa lalu akan kembali?
Walau "tak ada yang tak mungkin di dunia ini", namun waktu yang telah terlewatkan, sampai kapanpun tidak akan pernah kembali untuk kita.
Bahkan mungkin hanya sekedar menengok ataupun menyapa kita.
Ikhlaskanlah.
Meski tak mudah, namun bila kita mau menerima apa saja yang terjadi pada diri kita dengan hati terbuka dan bijaksana, maka kita telah membuka kunci untuk menuju gerbang ikhlas.
Yakinlah bahwa apa yang Tuhan berikan pada kita adalah semua yang terbaik untuk kita.
Meski ada yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapan kita.
Maka bersabarlah.
Bila orang sering mengatakan bahwa kesabaran seseorang itu ada batasnya, maka itu salah besar.
Sabar itu luas tak terbatas.
Kitalah manusia yang memiliki keterbatasan dalam mengolah kesabaran.
Bukankah Allah akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar?
Jadi, sebenarnya tidak ada alasan yang membuat kita tidak bisa bersabar.
Memang terkadang sabar itu bisa melampaui logika manusia.
Namun bila kita mau mencoba, maka “tak ada yang tak mungkin” untuk selalu menjaga kesabaran.
Sudahilah memikirkan masa lalu yang tidak bermanfaat dan sia-sia.
Cobalah kau lihat di depanmu.
Gerbang masa depan telah melambai-lambai dihadapanmu.
Namun, bukankah kita juga harus belajar dari masa lalu?
Ya.
Kita memang harus belajar dari masa lalu.
Jadikanlah pengalaman di masa lalu sebagai aset untuk menuju gerbong kesuksesan di masa depan.
Mengingat-ingat masa lalu itu tidak untuk disesali tapi ambilah pelajaran yang berharga.
Ingatlah, bila kita terlalu lama menengok pada masa lalu maka kita akan terbelenggu olehnya.
Bebaskanlah diri kita dari belenggu masa lalu dan hiduplah untuk menggapai masa depan.
Maka bersyukurlah.
Bersyukur adalah kunci terakhir yang akan selalu membuat kita mengingat dan terus diingatkan oleh manis dan pahitnya kehidupan.
Pahamilah bahwa kehidupan ini adalah rahasia-Nya.
Hidup dengan bersyukur akan selalu membuat kita tidak pernah merasa kekurangan dan hati merasa tenang.
Jadi, jangan kau risaukan lagi dengan masa lalu mu.
Hidupilah hidupmu yang sekarang dan yang akan datang untuk menjadi bekal di kehidupan yang kekal nanti.
Ingatlah pada si isab.
Ikhlas, sabar, dan bersyukur. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar