Di ujung sana aku melihat sebuah telaga.
Telaga itu tak berwarna.
Mungkin hanya terhalang oleh kabut saja.
Atau, aku hanya kurang dekat melihatnya.
Oh, tidak.
Hanya, aku saja yang kurang baik memperhatikannya.
Ah!
Tak taulah.
Hanya telaga saja mengapa aku bingung?
Biar berwarna sekalipun apa artinya bagiku?
Ku rasa, telaga itu saja yang enggan untuk ku lihat.
Telaga itulah yang berpaling dari hadapanku.
Itu.
Telaga yang sombong akan perhatianku.
Masih.
Telaga itu, tetap saja tak berwarna.
Dan itu hanyalah sebuah telaga.
Telaga tak berwarna.