sadarlah bahwa hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan..
kehidupan ini bukanlah seperti permainan yang bisa kita mulai dengan tombol "play" dan berhenti kapan pun yang kita mau dengan klik "stop".
Dan juga bukanlah ketika kita “game over” lalu kita bisa “play again” atau “exit”.
Bukan..
Pun ketika “congratulations,you win” lalu kita bisa bahagia selamanya.
Kehidupan i ni bukanlah permainan..
Bukanlah untuk bersenda gurau..
karena kehidupan tak selamanya memberimu kebahagiaan..
tak selamanya memberikanmu apa yang kau inginkan..
bukankah sejatinya kehidupan ini terlalu singkat??
sungguh sangatlah singkat..
: "Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya." (HR. Ibnu Majah)
=========================================================================
jangan sia-siakan kehidupan ini hanya untuk bersibuk ria mengerjakan amalan-amalan dunia saja..
ingatlah bahwa akan ada masanya ketika Allah mempertanyakan semua yang telah kita perbuat di dunia..
akan ada masanya ketika manusia harus mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya..
tak takutkah kita pada siksa neraka-Nya nanti??
Tak takutkah kita pada suatu masa yang kita pun tak tahu apakah amal kebaikan kita lebih banyak dari amal keburukan kita??
Atau mungkin sebaliknya?
“Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan.” (HR. Ahmad)
Hidup ini sudah kita pergunakan untuk apa sajakah, kawan??
Berjalan pada jalan menuju surga-Nya ataukah jalan berujung neraka-Nya??
:”Surga..??”
:”Neraka..??”
:“Surga..??”
:”Neraka..??”
:”Surga..??”
:”Neraka..??”
:“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka berselisih tentangnya. Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak;kelak mereka akan mengetahui. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak? dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari). Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah. Supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat? Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yamg melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah pada kamu selain daripada azab. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.” (QS. An Naba’: 1-40)
==================================================================================
Ingatlah..
Dunia ini adalah anugerah : “Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan.” (HR. Ad-Dailami)
dan cobaan bagi kita: “Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan.” (HR. Ahmad)
=====================================================================================
*renungan untuk diri sendiri dan manusia lain
#self-control
_a reflection_