Lirih membungkam kesunyian
Menerangi gelap dengan lentera harapan
Lantunan sendu mengiringi uap tetesan
Rintihan kelu masih terus terbisikkan
Bukan karena ia tak sanggup
Bukan lelah merebah di hatinya
Masih juga bukan pilu ia sandingkan
Hanyalah ketidakberdayaan bersandar mengerang
Tersadar akan sendiri itu tiada
Dan kematian telah membawa janji surga
Ia tidaklah penat akan tercampakkan
Begitu dengan cercaan
Sungguh, hanyalah karena cinta ia bertahan
Sedasyat teguhnya akan keabadian
Ia terus berjalan mendera gersang dan topan
Menebarkan berjuta benih mutiara kedamaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar